TUGAS SOFTSKILL 3
EKUIVALENSI
Nama : SEJUK DAUD SIMAMORA
Kelas : 3IB05A
NPM : 1A414100
EKIVALENSI
A. Pengertian Ekivalensi
Nilai uang yang berbeda pada waktu yang berbeda akan tetapi secara
finansial mempunyai nilai yang sama. Kesamaan nilai finansial tersebut dapat
ditunjukkan jika nilai uang dikonversikan (dihitung) pada satu waktu yang sama.
B.
Metode
Ekivalensi
Adalah metode yang digunakan dalam
menghitung kesamaan atau kesetaraan nilai uang waktu berbeda.
Nilai ekivalensi dari suatu nilai
uang dapat dihitung jika diketahui 3 hal :
1)
Jumlah uang pada suatu waktu
2)
Periode waktu yang ditinjau
3)
Tingkat bunga yang dikenakan
C. Present Worth Analysis
Present
worth analysis (analisis nilai sekarang) didasarkan pada konsep
ekuivalensi dimana semua arus kas masuk dan arus kas keluar diperhitungkan terhadap
titik waktu sekarang pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (minimum
attractive rate of return – MARR).
Usia pakai berbagai alternatif yang akan
dibandingkan dan periode analisis yang akan digunakan bisa berada dalam
situasi:
1. Usia pakai
sama dengan periode analisis
2. Usia pakai
berbeda dengan periode analisis
3. Periode
analisis tak terhingga
Analisis
dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung Net Present Value (NPV)
dari masing-masing alternatif. NPV diperoleh menggunakan persamaan:
NPV = PW pendapatan – PW pengeluaran
Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai NPV ≥ 0 maka alternatif tersebut
layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu
alternatif, maka alternatif dengan NPV terbesar merupakan alternatif yang
paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada
bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki
NPV ≥ 0.
Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh: Sebuah perusahaan sedang
mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru
akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada
akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika
tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan present worth analysis, apakah
pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaian:
NPV = 40000000(P/F,12%,8) +
1000000(P/A,12%,8) – 30000000
NPV = 40000000(0,40388) +
1000000(4,96764) – 30000000
NPV = -8.877.160
Oleh karena NPV yang diperoleh < 0
maka pembelian peralatan baru tersebut tidak menguntungkan.
Usia Pakai
Sama dengan Periode Analisis
Jika terdapat lebih dari satu alternatif
usia pakai yang sama, analisis keputusan dapat dilakukan menggunakan periode
analisis yang sama dengan usia pakai alternatif. Dalam kasus ini tidak
diperlukan penyelesaian terhadap arus kas.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli
sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin
dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan:
Mesin
|
Harga Beli (Rp.)
|
Keuntungan per Tahun (Rp.)
|
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
|
|
X
|
2500000
|
750000
|
1000000
|
|
Y
|
3500000
|
900000
|
1500000
|
Menggunakan tingkat suku bunga 15% per
tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X:
NPV X = 750000(P/A,15%,8) +
1000000(P/F,15%,8) – 2500000
NPV X = 750000(4,48732) +
1000000(0,32690) – 2500000
NPV X = 1192390
Mesin Y
NPV Y = 900000(P/A,15%,8) +
1500000(P/F,15%,8) – 3500000
NPV Y = 900000(4,48732) +
1500000(0,32690) – 3500000
NPV Y = 1028938
Kesimpulan : Pilih mesin X
D.
Future
Worth Analysis
Future worth analysis (analisis
nilai masa depan) didasarkan pada nilai ekuivalensi semua arus kas masuk dan
arus kas keluar di akhir periode analisis pada suatu tingkat pengembalian
minimum yang diinginkan (MARR). Oleh karena tujuan utama dari konseptime
value of money adalah untuk memaksimalkan laba masa depan, informasi
ekonomis yang diperoleh dari analisis ini sangat berguna dalam situasi-situasi
keputusan investasi modal.
Hasil FW alternative sama dengan PW,
dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan dalam nilai ekonomis yang dihasilkan
bersifat relative terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau masa depan.
Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW ≥ 0 maka alternatif tersebut
layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu
alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan alternatif yang paling
menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih
semua alternatif yang memiliki FW ≥ 0.
Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh: Sebuah perusahaan sedang
mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru
akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada
akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika
tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan future worth analysis, apakah
pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaian:
FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8)
– 30000000(F/P,12%,8)
NPV = 40000000 + 1000000(12,29969) –
30000000(2,47596)
NPV = -21.979.110
Oleh karena NPV yang diperoleh < 0
maka pembelian peralatan baru tersebut tidak menguntungkan.
Usia Pakai
Sama dengan Periode Analisis
Jika terdapat lebih dari satu alternatif
usia pakai yang sama, analisis keputusan dapat dilakukan menggunakan periode
analisis yang sama dengan usia pakai alternatif.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli
sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin
dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan:
Mesin
|
Harga Beli (Rp.)
|
Keuntungan per Tahun (Rp.)
|
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
|
|
X
|
2500000
|
750000
|
1000000
|
|
Y
|
3500000
|
900000
|
1500000
|
Menggunakan tingkat suku bunga 15% per
tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X:
FW X = 750000(F/A,15%,8) + 1000000 –
2500000(F/P,15%,8)
FW X = 750000(13,72682) + 1000000 –
2500000(3,05902)
FW X = 3647565
Mesin Y
FW Y = 900000(F/A,15%,8) + 1500000 –
3500000(F/P,15%,8)
FW Y = 900000(13,72682) + 1500000 –
3500000(3,05902)
FW Y = 3147568
Kesimpulan: pilih mesin X.
Metode
ekuivalen
adalah metode mencari kesamaan atau kesetaraan nilai uang untuk waktu
yang berbeda.
Dalam perhitungan ekuivalen dibutuhkan data tentang:
Dalam perhitungan ekuivalen dibutuhkan data tentang:
Æ’ suku bunga (rate of interest);
Æ’ jumlah uang yang terlibat;
Æ’ waktu penerimaan dan/atau pengeluaran
uang;
Æ’ sifat pembayaran bunga terhadap modal
yang ditanamkan.
F. Pengertian rate of
return, perhitungan asuransi dan penerapannya
Rate of Return dapat didefinisikan sebagai bunga rata-rata yang dibayarkan terhadap saldo yang belum dibayarkan dalam sebuah pinjaman sehingga pembayaran saldo yang belum dibayarkan tersebut secara berkala sama dengan nol ketika akhir pembayarannya.
Perhitungan Rate of Return
Untuk menghitung Rate of Return dalam sebuah investasi, kita harus menyederhanakan berbagai bentuk soal sebuah investasi kedalam suatu cashflow. Kemudian kita dapat menyelesaikan soal tersebut menggunakan persamaan- persamaan berikut:
Persamaan diatas menampilkan konsep yang sama dalam bentuk yang berbeda.
Macam – macam Rate of return
1. Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah nilai i% pada saat:
Dimana:
Rk = Pendapatan/penerimaan bersih pada tahun ke-k
Ek = Pengeluaran bersih termasuk investasi pada tahun ke-k
N = Masa hidup proyek
Untuk menentukan penerimaan suatu alternatif bandingkan i’% yang diperoleh dengan MARR (Minimum Attractive Rate of Return)
- i’ ≥ MARR (Diterima)
- I’ < MARR (Tidak diterima)
Contoh kasus:
Sebuah investasi sebesar $10,000 dapat ditanamkan pada sebuah proyek yang akan memberikan penerimaan tahunan $5,310 selama 5 tahun dan mempunyai nilai sisa $2,000. Pengeluaran tahunan $3,000 untuk operasi dan pemeliharaan. Perusahaan akan menerima proyek apapun yang memberikan “hasil” 10% atau lebih sebelum dikurangi pajak. Dengan menggunakan metode IRR tentukan apakah proyek tersebut sebaiknya diterima?
Penyelesaian
NPW = 0
5,310 (P/A, i%, 5) + 2,000 (P/F, i%, 5) – 3.000 (P/A, i%, 5) – 10,000 = 0
2,310 (P/A, i%, 5) + 2,000 (P/F, i%, 5) – 10,000 = 0
Dengan cara trial & error, diperoleh hasil sebagai berikut:
Dilakukan interpolasi antara i’% = 5 dan i’% = 10
Karena IRR < 10%, maka proyek tersebut sebaiknya tidak diterima
Rate of Return dapat didefinisikan sebagai bunga rata-rata yang dibayarkan terhadap saldo yang belum dibayarkan dalam sebuah pinjaman sehingga pembayaran saldo yang belum dibayarkan tersebut secara berkala sama dengan nol ketika akhir pembayarannya.
Perhitungan Rate of Return
Untuk menghitung Rate of Return dalam sebuah investasi, kita harus menyederhanakan berbagai bentuk soal sebuah investasi kedalam suatu cashflow. Kemudian kita dapat menyelesaikan soal tersebut menggunakan persamaan- persamaan berikut:
Persamaan diatas menampilkan konsep yang sama dalam bentuk yang berbeda.
Macam – macam Rate of return
1. Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah nilai i% pada saat:
Dimana:
Rk = Pendapatan/penerimaan bersih pada tahun ke-k
Ek = Pengeluaran bersih termasuk investasi pada tahun ke-k
N = Masa hidup proyek
Untuk menentukan penerimaan suatu alternatif bandingkan i’% yang diperoleh dengan MARR (Minimum Attractive Rate of Return)
- i’ ≥ MARR (Diterima)
- I’ < MARR (Tidak diterima)
Contoh kasus:
Sebuah investasi sebesar $10,000 dapat ditanamkan pada sebuah proyek yang akan memberikan penerimaan tahunan $5,310 selama 5 tahun dan mempunyai nilai sisa $2,000. Pengeluaran tahunan $3,000 untuk operasi dan pemeliharaan. Perusahaan akan menerima proyek apapun yang memberikan “hasil” 10% atau lebih sebelum dikurangi pajak. Dengan menggunakan metode IRR tentukan apakah proyek tersebut sebaiknya diterima?
Penyelesaian
NPW = 0
5,310 (P/A, i%, 5) + 2,000 (P/F, i%, 5) – 3.000 (P/A, i%, 5) – 10,000 = 0
2,310 (P/A, i%, 5) + 2,000 (P/F, i%, 5) – 10,000 = 0
Dengan cara trial & error, diperoleh hasil sebagai berikut:
Dilakukan interpolasi antara i’% = 5 dan i’% = 10
Karena IRR < 10%, maka proyek tersebut sebaiknya tidak diterima
2. External Rate of Return
Dimana e =MARR
Bila i’ ≥ MARR (diterima begitu juga sebaliknya)
Contoh kasus
Sebuah investasi sebesar $10,000 dapat ditanamkan pada sebuah proyek yang akan memberikan penerimaan tahunan $5,310 selama 5 tahun dan mempunyai nilai sisa $2,000. Pengeluaran tahunan $3,000 untuk operasi dan pemeliharaan. Perusahaan akan menerima proyek apapun yang memberikan “hasil” 10% atau lebih sebelum dikurangi pajak. e = MARR = 20%/tahun. Berdasarkan metode ERR apakah investasi tersebut layak dilakukan?
Penyelesaian
25,000 (F/P, i’%, 5) = 8,000 (F/A, 20%, 5) + 5,000
(F/P, i’%, 5) = 64,532.80/25,000 = 2.5813
i’% = 20.88%
Karena i’ > MARR, maka investasi layak dilakukan.
G.Ekuivalensi
Tahunan
Ekuivalen
Tahunan atau Annual Equivalent (AE) adalah pemasukan ekuivalen tahunan
dikurangi dengan pengeluaran ekuivalen tahunan dari sebuah arus kas. Pada
metode ini semua aliran kas yang terjadi dikonversikan kedalam deret seragam
dengan tingkat bunga yang ditentukan. Untuk tingkat suku bunga i dan n
tahun, ekuivalen tahunan (AE) dapat didefinisikan secara matematis sebagai
berikut:
Contoh:
Diketahui
suatu investasi membutuhkan dana awal sebesar Rp. 2.000.000,- dengan nilai sisa
nol diakhir tahun keempat. Pendapatan tahunan diestimasikan sebesar Rp. 800
ribu. Tingkat suku bunga adalah 10%. Carilah ekuivalen tahunannya dengan
menggunakan rumus diatas atau menggunakan tabel: i=10%
Maka
Tabelnya seperti dibawah ini:
Jika
menggunakan tabel (A/P, i, n) diperoleh ekuivalen tahunan (AE) sebagai berikut:
=PW(A/P;i,n)
=PW(A/P;10%,4)
=Rp.535.880,-x0,3155
= Rp. 169.070,-
=PW(A/P;10%,4)
=Rp.535.880,-x0,3155
= Rp. 169.070,-
